Bahagia merupakan kata sifat yang selalu diinginkan oleh semua orang. Baik yang belum berpasangan, yang sudah berpasangan, yang muda dan yang tua, baik kaya ataupu miskin. Bahagia lebih identik dengan kekayaan, kesehatan, rupa yang elok dan segala sesuatu yang dapat dilihat secara lahiriah. Sesungguhnya bahagia bukan terukur dari seberapa seringnya kita tertawa dan jarang bersedih, bukan terukur dari jumlah harta yang kita miliki, bahkan rupa yang menawan. Sesungguhnya keseluruhan rejeki tersebut bukan milik kita, melainkan nikmat dari Allah SWT. Di dalam surat Ar-Rahman selalu disebutkan " Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" secara berulang-ulang.
Sesungguhnya begitu banyak nikmat yang Dia berikan kepada umat-Nya. Bukan kekayaan ataupun kemiskinan yang kita miliki, namun kecukupan. Tergantung bagaimana seseorang mampu mengambil hikmah dari keseluruhan hidupnya. Bukan tangisan yang membuat kita sedih, melainkan keputusan yang belum diperhitungkan matang-matang sehingga timbul penyesalan, namun dari penyesalan tersebut akan timbul doa-doa yang selama ini hilang dari hati dan mulut kita. Penyesalan bukanlah indikasi dari kegagalan namun saatnya untuk memperkuat diri untuk bangkit kembali. Begitupula dengan penyakit yang diberikan kepada kita. Penyakit tersebut hinggap bukan karena tidak ada alasan, melainkan sebuah pengguguran dari dosa-dosa kita.
Sungguh semua ini hanya mampu mudah untuk diucapkan dengan perkataan, namun aplikasinya terkadang begitu berat. Keikhlasan dan Rasa Syukur yang harus selalu ditingkatkan akan membuat hidup ini terasa begitu ringan. Walaupun sebagai manusia biasa kita sering lalai dalam kesesatan duniawi, namun ada satu titik dimana tubuh ini, pikiran dan hati kita selalu ingat kepada Sang Pencipta. Sudah seharusnya kita yang sangat kurang pengetahuan agama, sedikit demi sedikit mulai mendekatkan diri pada-Nya. Jika tidak mampu untuk berzakat, maka berpuasalah, jika masih belum mampu maka sholat sunah diperbanyak, jika masih belum mampu lagi, jalankan Sholat wajib. Sedikit demi sedikit, namun InsyaAllah akan mampu memberikan ketenangan jiwa dan raga.
Semoga kutipan ini bermanfaat ssetidaknya bagi diri saya sendiri, dan saya sangat bersyukur jika mampu bermanfaat bagi pembaca. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar